Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

Kopi Solong*

Kawan pengusaha kopi di Banda Aceh bercerita saat kami bersua di salah satu kedainya. Di cabang kafenya yang paling baru itu berjejer pedagang makanan. Ada nasi lemak, martabak, bahkan pecel lele. Masih ada dua lagi yang tengah disiapkan.  Para pedagang itu mitra kafenya. Mereka tinggal masuk, membawa peralatan dan bahan2 kuliner saja.  Gerai untuk berjualan telah tersedia. Biar  semua standar: bentuk, penataan, kebersihan, sampai pada tulisan beserta hiasannya.  Gerai2 itu berbanjar seperti pagar bagus menyambut para tamu sebelum masuk kafe. Semua bersih, rapi, dan meriah.  Lantas bagaimana pembagian keuntungannya? Berapa sewa per gerai. Ini yang menarik.  Para pedagang hanya diminta menyisihkan 7℅ saja dari keuntungan hariannya. Kok kecil dan tanggung amat.  Kenapa ga dibulatkan 8, 10, 15, atau 20% saja? Apa tak rugi? Apa nutup?  Menurut kawan tadi, justru malah untung. Biaya sewa bulanan malah tertutupi dari sewa gerai-gerai makanan itu.  ...