Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label bahasa

Berakan

Dalam perjalanan ke Telaga Pelangi, Cisauk, si Abang bertanya,"Berakan itu artinya apa, Yah? "Mana? saya balik bertanya. "Itu", jawabnya sambil menunjuk sebuah plang sederhana yang mencuat di tengah- tengah tumpukan pasir dan batuan di sebelah kiri jalan. Di plang papan tripleks butut itu tertulis samar-samar ala kadarnya dng cat yg hampir sama tidak jelasnya dengan warna latar tripleks: menerima berakan! Setelah mengerenyitkan dahi beberapa saat saya jawab dengan hati-hati. Saya coba menerangkan dari sisi bahasa dulu agar lengkap. Dari sisi istilah, kata itu sangat memenuhi konsep yg diinginkan, sederhana, mudah diingat, berkonotasi sama, dan tentu saja fonotaktis atau mudah dilafalkan, terang saya. Ada hal lain yg saya terangkan tidak semudah sisi bahasa, yaitu sisi konsep, definisi, dan rumpang leksikal yang diisi oleh istilah itu. Saya berusaha berhati-hati sekali karena tidak ingin anak saya salah paham atau benar paham tapi salah menilai atau b...

Flyer atau Player?

player atau flyer? Salah seorang petugas Kemhub bernama Pak Udin diwawancarai TV One Agustus lalu. Beliau menjelaskan tentang penerapan rekayasa lalu lintas yg baru. Kata beliau," kami membagikan player untuk sosialisasi aturan genap ganjil yang baru". Saya mengernyitkan dahi. Kenapa pulak player yg harus dibagikan? Mungkin, dugaan saya, agar sosialisasi dapat terlaksana dengan cepat dan baik, para player  (mungkin maksudnya semacam  pelaksana)  akan dikerahkan ke berbegai tempat. Usaha yang bagus sekali. Tak lama berselang, kami disuguhi gambar petugas berbaju biru muda membagikan selebaran pada pengendara dan pejalan kaki. Ada takarir gambar yang menjelaskan tentang kegiatan itu. Beberapa kali kata "player" yg sama muncul, tapi tempat artikulasinya sudah bergeser dr bilabial /p/ ke labio-dental /f/, sehingga kami tahu jalan ceritanya. Yang dimaksud adalah flayer atau selebaran. Mungkin karena ingin menimbulkan reaksi tertentu dari pendengar,...