"Ayah temenin dari kasur aja, ya, Ray? Ga usah di samping Aray". Kataku sambil terkantuk-kantuk ketika diminta Aray tidur menemaninya di kasur kecil di bawah. Dia biasa minta dikawani kalau menonton kanal Youtube Kids kesukaannya. Sepertinya dia takut. Mungkin masih terbayang tontonan seram yang sering tak sengaja dilihatnya. "Iya, Yah. Nanti kalau ada hantu, nih , Ayah teriak aja dari sana: woi.. ngapain , kamu! Terus hantunya kaget dan langsung bilang: maaf, maaf, maaf," kata Aray sambil bersedekap menirukan gaya hantu minta maaf. Aku tergelak membayangkan hantu yang seram terbungkuk-bungkuk bersedekap minta maaf karena ketahuan mau menggodanya. Mengenai hantu, kalau benar, yang suka menakuti anak-anak saya teringat film keluaran Pixar tahun 2001, Monster Inc. Film itu bercerita tentang kota para hantu lucu yang listriknya ditenagai dari teriakan anak-anak. Pekerjaan para hantu di sana adalah menakuti anak-anak agar menjerit. Energi jeritan anak itu digu...
Coret-coretan yang lahir gegara "dikutuk" berdiri lama di kereta