Langsung ke konten utama

Gerbong paling laku

Alfabetis, Leksikografi, dan Fonetis*

Anak-anak milenial kalau mau tahu arti kata tertentu tinggal mengetiknya di kolom pencarian kamus digital. Lalu, kata yg dicari berikut penjelasan kelas kata, definisi, atau contoh pemakaian dan lain-lain muncul secara abrakadabra. Seketika. Tak pakai lama. Dulu, untuk memudahkan pencarian kata, entri-entri kamus disusun menurut abjad atau alfabetis. Maksudnya kata-kata dalam kamus disusun sesuai urutan abjad secara konvensional. Cara itu memudahkan penyusun kamus dalam mengurutkan kata sekaligus menggampangkan orang mencari kata yang diinginkan. Cara alfabetis sudah digunakan sejak abad pertama sebelum masehi di kawasan Timur Tengah. Konon para sarjana di Aleksandria kuno juga telah menggunakan pengurutan berdasarkan abjad dalam pekerjaan mereka. Jadi tak aneh kalau Bibel Jeremiah telah tersusun secara alfabetis sesuai abjad Ibrani kuno. Konon penulisan puisi akrostik pada awalnya pun terinspirasi dari urutan alfabetis. Urutan sesuai abjad juga dikenal dengan  lexic...

Amin dan Aamiin

Suatu ketika saya dikritik oleh sesama anggota grup WA karena mengamini doa dengan salah. Salah, karena tulisan "amin" saya kurang huruf, sehingga mudah disalahartikan. Seharusnya "aamiin" katanya. Entah disalahartikan oleh sesama pembaca atau oleh Allah. Padahal saya mengamini utk berdoa pada Tuhan yang Maha Mengetahui dan Maha Berilmu, bukan kepada sesama anggota grup. Pada kesempatan lain di grup sebelah. Sebagai pembaca senyap ( silent reader ), saya mengikuti obrolan tentang pakaian. Seorang kawan mengunggah fotonya sedang berjubah dan bertopi haji sambil mengajak kami berpakaian   secara islami. Anggota grup lain membalas dengan foto yg sama: berjubah dan berpeci plus bersurban. Saya belum yakin apakah benar pakaian islami itu jubah dan peci? Beberapa saat lalu, kami pergi membesuk anak kawan di rumah sakit. Kawan tadi adalah keluarga Katolik Jawa. Waktu rombongan kami datang, kawan tadi sedang bersama keluarga besarnya.  Setelah berbasa-basi sej...

Masjid Siberut

Di Dusun Muara, Siberut Selatan, Mentawai ada sebuah masjid   yang berada di tengah pasar. Masjid Al-Wahidin namanya. Bangunan masjid itu besar, catnya baru, dan masih terus dipercantik. Terlihat peralatan pertukangan, bahan bangunan, pasir, dan besi di sekitar masjid. Masjid Al-Wahidin merupakan salah satu dari tiga masjid yang ada di Dusun Muara. Ada masjid lain di kompleks Islamic Centre, satu lagi berada sekitar lima ratus meter dari masjid Al-Wahidin. Mungkin dua mesjid itu musala yang karena jamaahnya banyak, maka ukurannya besar menyerupai masjid. Musala dan masjid di Indonesia dibedakan sesuai fungsinya. Hanya di masjid salat Jumat dilaksanakan, tidak di musala. Jadi, semua jamaah musala dan masjid berkumpul bersama di satu tempat utk salat Jumat sekali seminggu. Tempat itu di Muara, Mentawai, adalah masjid Al-Wahidin. Penentuan masjid dan musala dilakukan dengan musyawarah antarjamaah. Konon di Malaysia, masjid ditentukan oleh pemerintah. Masjid Al-Wahidin s...