Langsung ke konten utama

Postingan

Sedekah

Aku terbangun pukul 21.38. Sudah gelap sekali di sini. Jendela hotel yg mengarah ke jendela rumah orang b e lum terkunci. Mungkin penghuni sebelumnya lupa menguncinya. Setelah memastikan semua aman aku berwudu dan bergegas keluar hotel. Waktu salah Isya masih sejam lagi. Tujuanku Mesjid Biru. Tidak lama keluar dari gang dan masuk ke lapangan Sultan Ahmed. Seorang perempuan muda cantik berjilbab rapi, berteriak sambil berjalan mendekati. Apakah Anda orang Arab, tanyanya dalam bahasa Arab. Aku langsung waspada. Di langsung menyerocos dalm bahasa Arab, menceritakan kalau dia dari Siria, korban perang. Keluarganya habis dan dia mengungsi dengan anak-anaknya ke sini. Aku jawab dalam bahasa Inggris kalau aku dari Indonesia dan tak paham maksudnya. Dia langsung menyelonong pergi. Tidak lama berjalan, seorang laki-laki yang di tangannya tergantung banyak tasbih menegur dan mengucapkan salam. Aku berhenti dan menjawab salam, sebagaimana Rasul anjurkan, sambil menyambut jabatan salamny...

Pasangan Hidup

Aku bertetangga di sal rumah sakit dengan bapak yg sebagian badannya lemah terkena serangan stroke gara2 gula darahnya tinggi. Mereka dari Muara Kerinci, Riau. Si bapak terkena serangan dalam perjalanan. Dari balik kelambu yang membatasi kami, sering terdengar suara keluhan si bapak mulai dr tidak betah pakai popok, makanan yg tidak enak, tidak bisa bergerak leluasa, nafas sesak dan segala macam keluhan yg dirasakan oleh orang yg baru terkena stroke. Keluhan si bapak dr Kerinci terdengar mulai dr lirih sampai keras. Mulai dr memohon sampai marah. Mulai dr memelas sampai mengomel. Suara cadel akibat serangan stroke si bapak seringkali menembus tirai pembatas. Keterbatasan kemampuan dan gerak yang datang tiba-tiba seringkali merenggut kesabaran. Tidak semua kita memiliki kemampuan untuk menerima, ikhlas, dan siap utk tiba-tiba lemah, cadel, lumpuh, dan seterusnya. Pada hari terakhir saya di RS, beberapa saat sebelum pulang ada suara berdebum sesuatu jatuh dikuti ole...

Masjid Siberut

Di Dusun Muara, Siberut Selatan, Mentawai ada sebuah masjid   yang berada di tengah pasar. Masjid Al-Wahidin namanya. Bangunan masjid itu besar, catnya baru, dan masih terus dipercantik. Terlihat peralatan pertukangan, bahan bangunan, pasir, dan besi di sekitar masjid. Masjid Al-Wahidin merupakan salah satu dari tiga masjid yang ada di Dusun Muara. Ada masjid lain di kompleks Islamic Centre, satu lagi berada sekitar lima ratus meter dari masjid Al-Wahidin. Mungkin dua mesjid itu musala yang karena jamaahnya banyak, maka ukurannya besar menyerupai masjid. Musala dan masjid di Indonesia dibedakan sesuai fungsinya. Hanya di masjid salat Jumat dilaksanakan, tidak di musala. Jadi, semua jamaah musala dan masjid berkumpul bersama di satu tempat utk salat Jumat sekali seminggu. Tempat itu di Muara, Mentawai, adalah masjid Al-Wahidin. Penentuan masjid dan musala dilakukan dengan musyawarah antarjamaah. Konon di Malaysia, masjid ditentukan oleh pemerintah. Masjid Al-Wahidin s...

Mimik dan Gestur

Bahasa itu tidak hanya suara tetapi juga mimik,   gestur, dan intonasi. Bahkan, untuk kawan2 tuli mimik dan gestur yg utama. Seringkali bahasa non-verbal yg sunyi berpesan lebih dalam. Miskin kata-kata tapi kaya makna. Kita pasti punya pengalaman didiamkan orang lain dan sangat tahu bagaimana pahit rasanya. Sebagai atribut bahasa, mimik dan gestur itu   konvensional. Setiap bahasa memiliki mimik dan gesturnya sendiri dalam mengungkapkan hal tertentu. Pemelajar bahasa yg baik akan   memasukkan mimik, gestur, serta intonasi dalam kurikulumnya. Karena bersifat konvensional, mimik dan gestur itu lokal tidak universal. Kalimat "saya tidak tahu" , misalnya, diberi mimik dan gestur berbeda oleh orang India, Amerika, dan Indonesia. Kita, orang Indonesia, terbiasa menggeleng utk mengatakan tidak atau tidak tahu. Masyarakat Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa mengangkat bahu mereka sambil membuka kedua telapak tangan menghadap ke atas utk menandakan hal yang ...

Dialek, bahasa Madura, Bangkalan, Suramadu

Jembatan Suramadu setelah matahari tenggelam Variasi Bahasa Madura di Kabupaten Bangkalan 1. Latar Belakang Bangkalan merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang secara geografis berada di bagian paling barat dari pulau Madura. Letak Bangkalan yang berada di ujung Pulau Madura sangat menguntungkan karena berdekatan dengan Kota Surabaya yang merupakan pusat perdagangan di Jawa Timur. Sealain itu, kabupaten ini juga merupakan pintu gerbang pulau Madura baik darat maupun laut. Pembangunan jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) yang menghubungkan jalur darat antara Surabaya dan Bangkalan serta pelabuhan laut internasional dan terminal peti kemas Kamal sangat berdampak positif bagi kemajuan kabupaten Bangkalan. Hal tersebut menyebabkan aktivitas ekonomi, interaksi, dan mobilisasi masyarakat kabupaten Bangkalan menjadi lebih tinggi dari kabupaten lain. Bangkalan merupakan kabupaten yang paling banyak mendapat ‘berkah’ dari keberadaan jembatan Suramadu dan pelabuhan Kamal. ...