Langsung ke konten utama

Postingan

Musim Poster (Datang) Lagi

Jalan yang biasa kami lalui mulai ramai kembali. Tembok-tembok, batang pohon, papan iklan, dan semua yang memiliki permukaan yg bisa ditempel, tenggelam dalam lautan poster. Poster jelek yang membosankan. Hanya muka yang berbeda tapi gaya dan jualannya masih sama. Wajah-wajah di poster selalu tertawa atau tersenyum. Memang kelihatan pada ganteng dan cantik. Entah dibuat gitu atau memang aslinya gitu. Tapi tak mungkinlah semua pada begitu. Lagi pula tampilan fisik tak menjadi syarat untuk jadi itu. Tampilan fisik hanya usaha agar yang memilih berkenan. Mungkin menurut mereka masyarakat lebih menyukai orang yang ramah dan baik. Perimeter spekulatif dua hal itu adalah senyum. Entah rumus dari mana. Jadi ingat foto bayi montok yang selalu tersenyum tanpa dosa sambil gedek2 kepala di jam dinding... he he Di antara ratusan poster muka yang menggantikan fungsi rambu lalin dan hijaunya pepohonan terselip satu gambar ganjil. Ganjil kerana tampil "aneh" ...

Bukan Cerita Hantu*

"Ayah temenin dari kasur aja, ya, Ray? Ga usah di samping Aray". Kataku sambil terkantuk-kantuk ketika diminta Aray tidur menemaninya di kasur kecil di bawah. Dia biasa minta dikawani kalau menonton kanal Youtube Kids kesukaannya. Sepertinya dia takut. Mungkin masih terbayang tontonan seram yang sering tak sengaja dilihatnya. "Iya, Yah. Nanti kalau ada hantu, nih , Ayah teriak aja dari sana: woi.. ngapain , kamu! Terus hantunya kaget dan langsung bilang: maaf, maaf, maaf," kata Aray sambil bersedekap menirukan gaya hantu minta maaf. Aku tergelak membayangkan hantu yang seram terbungkuk-bungkuk bersedekap minta maaf karena ketahuan mau menggodanya. Mengenai hantu, kalau benar, yang suka menakuti anak-anak saya teringat film keluaran Pixar tahun 2001, Monster Inc. Film itu bercerita tentang kota para hantu lucu yang listriknya ditenagai dari teriakan anak-anak. Pekerjaan para hantu di sana adalah menakuti anak-anak agar menjerit. Energi jeritan anak itu digu...

Bill Gates di Rumah Makan Padang

Sejak 2017 Bill Gates telah mendonasikan semua sahamnya di Microsoft yang telah menjadikannya orang terkaya di dunia, bergantian dengan bos Amazon, Jeff Bezos. Gates menyisakan satu persen saja untuk dirinya. Satu persen saham Microsoft, yang konon total nilai pasarnya mencapai USD1 triliun, sama dengan Rp138,5 triliun. Cukup untuk membeli delapan skuadron pesawat F-16 blok 52 untuk menakut-nakuti Cina di Natuna.  Gates dan beberapa orang superkaya di Amerika seperti tengah mengalami " aufklärung " dan tersadar bahwa sistem kapitalis telah menempatkan mereka di posisi yang sangat tinggi dan tak seharusnya. Terlalu tinggi untuk dijangkau pajak. Sistem itu membuat mereka semakin kaya, sehingga jarak antara kaumnya dengan para pekerja seperti jarak antara pucuk antena satelit dengan dasar sumur. Kompas.money.com pada 4 Januari 2020 lalu, mengutip curhatan Gates: "Sebagai pengusaha kita harus memberikan saham kepada setiap orang yang bekerja untuk kita. Titik. Tida...

Kotaklema

Di KBBI (Kamus Besar bahasa Indonesia) ada entri "kotaklema". Entri itu tidak berdefinisi "kotak" plus  "lema", tetapi merujuk pada physeter macrocephalus . Nama latin dari mamalia laut raksasa dengan mulut bergiginya yang terbesar di dunia. Nama itu berasal dari bahasa Lamaholot, di Pulau Lembata, Desa Lamalera, Nusa Tenggara Timur.  Bentuk kepala paus itu yang mengotak, sepertinya, menjadi acuan mereka menamai paus itu dengan kotaklema. Bahasa Inggis menyebut paus itu  sperm whale yang merujuk pada spermasetin di kepala si paus kotak. Kanal televisi  berbayar NatGeo menerjemahkannya dengan "paus sperma" di takarir bahasa Indonesianya. Orang Lamaholot yang berdiam di desa Lamalera, Lembata itu tidak hanya memiliki panggilan "sayang" untuk si kepala kotak. Ada sekeranjang kosakata lain terkait alat dan konsep sekitar ikan paus itu dan perburuannya, contohnya "lamafa", "paledang", "leo", dan "te...

Islam Moderat

Bisa dihitung berapa kali saya tak tertidur saat mendengarkan khatib Jumat berkhutbah. Tadi salah satunya. Pun hujan yang deras tak berhasil merayu mata saya. Hangatnya karpet tebal juga angkat tangan meninabobokkan saya. Apa hal ? Khatibnya! Bisa dihitung dengan sebelah tangan berapa kali saya mendatangi khatib atau penceramah setelah khutbah. Mengunjungi karena tertarik dengan isi khutbahnya. Siang tadi salah satunya. Khatib yang ternyata ketua MUI Jakarta itu luar biasa: tidak bahasanya, tidak temanya, tidak sistematika khutbahnya, tidak intonasinya. Saya beri nilai 4.5 dari skala 1--5. Bisa dihitung juga berapa jumlah ustaz yang ceramahnya seperti membuka tabir dan membuat kepala menjadi ringan. Tanda tanya besar yang menggelayuti kepala seperti jatuh dan pecah berkeping-keping. Kita pulang seperti orang habis menonton aksi sulap David Copperfield, bahkan lebih. Rasanya ingin menceritakan ceramah tadi pada siapa saja. Coret-coretan ini salah satu caranya. Khatib tadi mem...

Jip Banci

Penghuni tetap pertama garasi rumah kami adalah mobil jip banci putih.  Disebut banci karena jip jenis Daihatsu Taft Hiline GTS F69 pabrikan 1994 itu bergardan tunggal, bukan mobil 4 WD  atau mobil 4x4 yg bergardan ganda, pelahap semua medan. Kami anggap penghuni tetap karena garasi sederhana kami acap menjadi kandang dadakan mobil mertua yg sering kami pinjam karena berbagai alasan. Jip banci putih kami itu tua tapi irit solar, AC-nya dingin, dan biaya perawatannya jimat. Tenaganya? jangan ditanya. Buangan galian pasir dari danau buatan yang menggunung di sebelah rumah dilahapnya tanpa harus mengoper ke gigi rendah. Plat dua angkanya seperti menambah berlian di atas mahkota saja. Kapasitas volume silendernya yang 2.800 dan  ban Savero MT/AT yang melingkari velk ring 15-nya membuat daya cengkeram mobil semakin mantap. Apalagi di jalan o ffroad , doi seperti pulang kampung aja. Ban stip yang menangkring di punggung menambah macho  si Putih, demikian kami me...

Queue

"The U.K. is going to be at the back of the queue", kata Presiden Obama di hadapan Perdana Menteri David Cameron tentang isu Brexit April 2016 lalu. Obama menggunakan kata "queue" yang biasa digunakan orang Inggris alih-alih  "line ", sinonimnya yang biasa digunakan orang Amerika. Kecurigaan merebak. Ada yang menduga teks pidato Obama itu dibikinkan orang Inggris anti-Brexit. Bahkan, yang menuduh Obama telah menjadi antek kelompok itu juga ada. Gegara kata "queue" belaka. Kata "queue" /kyü/ itu memang istimewa, sekurang-kurangnya untuk saya dan dua ratusan remaja usia 12--17 tahun yang baru tumbuh sayap yang diterbangkan dari antah-berantah. Istimewa, karena itu kata pertama yang harus kami pantulkan kembali berulang-ulang setelah diteriakkan ke telinga kami masing-masing pada pagi buta pertama 33 tahun lalu. Kata itu  berpasangan dengan kata  Arab: thabur /طا بور/. Duo kata itu untuk sebagian kami, mungkin sebagian besar, adala...